Situs Jejaring Sosial Pengaruhi Keputusan Rekrut Karyawan
September 12, 2008
New York – Situs jejaring sosial ternyata berpengaruh cukup besar terhadap keputusan manajer merekrut calon karyawan. Satu dari lima manajer perekrutan mengandalkan situs jaringan sosial seperti Facebook dan MySpace untuk mencari tahu calon karyawannya.
Dari survei yang digelar situs cari kerja online CareerBuilder.com, terungkap bahwa perusahaan mengandalkan situs jejaring sosial untuk menentukan apakah mereka akan merekrut kandidat tersebut atau tidak.
Sebanyak 22% manajer perekrutan mencari informasi lebih calon karyawannya lewat profil situs jaringan sosial. Sementara 9% lagi mengaku belum memanfaatkan situs jejaring itu, namun sudah berencana melakukannya.
Lebih lanjut dari survei juga terungkap bahwa 34% manajer yang menyaring kandidat karyawan via situs jejaring tersebut menemukan informasi yang akhirnya ‘membuang’ kandidat tersebut dari daftar kandidat.
Dua alasan utama mengapa kandidat itu dieliminasi, pertama adalah karena mempostinginformasi mengenai penggunaan narkoba ataupun minuman keras (41 persen). Alasan kedua, karena kandidat tersebut memposting foto-foto yang tidak sesuai atau informasi provokatif (40 persen).
Alasan lainnya, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (12/9/2008), karena kemampuan komunikasi yang buruk, berbohong tentang kualifikasi, menggunakan ucapan yang diskriminatif tentang jenis kelamin atau agama, dan nama tidak profesional.
Namun tidak semuanya jelek di mata manajer. Sebanyak 24 persen manajer mengatakan mereka menemukan konten yang bisa memperkuat keputusan mereka untuk merekrut calon tersebut.
Alasan utamanya termasuk latar belakang calon karyawan yang mendukung kualifikasi mereka untuk pekerjaan, terbukti memiliki keterampilan komunikasi yang baik, dan tertarik dengan tampilan situs yang berkesan profesional.
“Manajer perekrutan menggunakan Internet untuk mendapatkan pandangan lebih tentang calon karyawannya baik dalam hal keterampilan, prestasi,” kata Rosemary Haefner, juru bicara CareerBuilder.com.
Akibatnya, lanjut Haefner, banyak pencari kerja yang memilih untuk membuat profil di situs jejaring sosial yang lebih bersahabat. Enam belas persen karyawan yang mempunyai situs jejaring sosial mengaku mengubah konten profil mereka untuk agar tampil lebih profesional.
( detikinet.com )
Entry Filed under: MEDIA. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1. desi | September 13, 2008 at 9:52 pm
wah kapan nih bisa di terapkan di indonesia
2. wigart18 | September 15, 2008 at 6:33 am
Orang indonesia kan latah mba desi, so tunggu aja barang 2 atau 3 tahun pasti banyak perusahaan indonesia yg bakal ngegunain metode ini dalam merekrut karyawannya.
makanya harus hati2 klo punya situs jejaring sosial macam FS, FB, Myspace dll hehehe….